16 September 2006

Perempuan itu Cantik



Seorang teman mengirimkan email kepadaku satu tahun yang lalu. Ketika aku membaca email dari dia, hatiku tergugah, bangga dan merasa cantik. Rasa itu juga muncul ketika aku membaca tentang Kartini. Kebiasaan untuk mengulang membaca email dia aku lakukan ketika aku merasa tidak disamaratakan, tidak dihormati dan "dilecehkan" oleh sekelillingku terutama para lelaki yang tidak merasa bahwa sebenarnya mereka melecehkan terutama melecehkan keperempuananku.

Cerita dibawah ini kalau dibaca sepertinya hanya cerita biasa saja, namun dibalik itu terkandung suatu makna yang menyentil diriku. Aku merasakan sesuatu yang membuatku diingatkan kembali dan diteguhkan bahwa menjadi perempuan itu cantik. Semoga teman-teman juga ikut merasakan seperti yang aku rasakan bahwa menjadi perempuan itu cantik.

Perempuan itu Cantik

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya " Mengapa engkau menangis?"

"Karena aku seorang perempuan", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, " Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, " Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

" Semua perempuan menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itupun lalu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan belum tahu kenapa perempuan menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia berkata, " Tuhan, mengapa perempuan begitu mudah menangis?".

Tuhan berkata:

" Ketika aku menciptakan seorang perempuan, ia diharuskan untuk menjadi seseorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan"
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya"
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang lain menyerah dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh"
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya"
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya"
"Dan akhirnya, aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapanpun ia butuhkan"

"Kau tahu :
Kecantikan seorang perempuan bukanlah dari pakaian yang ia kenakan, sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya".

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada"

Setiap perempuan itu cantik.

1 comments:

yanti said...

Vitri, tulisanmu bagus banget. Teruskan !