03 April 2007

Apa itu Sindrom Stevens Johnson?

Pakdeku terkena penyakit Sindrom Stevens Johnson. Kulitnya tiba-tiba mengelupas dan berwarna kemerah-merahan dan mata merah. Pengelupasan kulit disertai rasa yang sangat gatal. Pakde sering mengaruk kulitnya. Akibatnya pakde tidur tidak nyenyak dan makan tidak enak. Namun semangat pakde untuk sembuh besar sekali. Tapi aku tetap kasihan melihat kondisi beliau.

Menurut ilmu kedokteran, Sindrom stevens Johnson ini adalah reaksi buruk yang sangat gawat terhadap obat. Efek samping obat ini mempengaruhi kulit, terutama selaput mukosa. Mengapa pakde bisa terkena penyakit ini?

Awal cerita bermula dari tiga jenis obat yang diberikan dokter kepada pakde karena penyakitnya. Dua bulan yang lalu, pakde terkena tipus. Beliau masuk ke rumah sakit. Dokter memberikan obat dan sembuh. Belum sampai satu bulan, pakde terkena penyakit demam berdarah. Beliau masuk rumah sakit lagi dan dokter memberi obat. Sebulan kemudian pakde terkena demam berdarah. Dokter memberi obat. Selain tipus dan demam berdarah, pakde juga mempunyai penyakit bronchitis.

Setelah pakde keluar dari rumah sakit, tiba-tiba badan pakde agak bengkak. Pakde berinisiatif berobat di salah satu dokter umum di Tebet Timur. Dokter tersebut ahli dalam hal obat-obatan. Dari hasil diagnosanya, di dalam tubuh pakde ada beberapa racun karena pengaruh obat kimiawi yang diminumnya. Agar sembuh dari satu racun, pakde harus minum beberapa obat-obatan herbal.

Belum genap dua minggu pengobatan, badan pakde bereaksi. Kulit mulai mengelupas, mata bengkak dan flu. Ketiga tanda-tanda ini mengindikasikan pakde terkena penyakit Sindrom Stevens Johnson. Hasil pemeriksaan juga menyatakan hal yang sama.

Akhirnya, pakde tidak boleh minum dan makan apapun yang mengandung bahan kimiawi. Pakde harus sering mandi agar meminimalisir bakteri yang menyebabkan kulit menjadi gatal. Pakde juga harus minum dan makan yang tidak mengandung bahan kimiawi. Beliau harus makan makanan vegetarian segar.

Bila melihat kondisi sekarang, kesehatan pakde jauh lebih baik. Beliau punya semangat hidup yang kadang-kadang redup juga. Peran orang-orang disekitar pakde untuk menyemangatinya sangat membantu. Budhe dengan senantiasa menemani dan melayani pakde dengan membuatkan makanan, Sepulang bekerja, ketiga anaknya selalu menemani pakde hingga pakde tertidur Mereka melakukan ini dengan cinta meskipun konseksensinya tidur lebih larut dari jam biasanya.

Pakde adalah salah satu korban dari minimnya informasi tentang obat yang diberikan dokter kepada pasien. Selain itu, rendahnya atau tidak adanya penjamin bahwa obat yang diberikan ternyata dapat merugikan pasien. Aku berharap semoga pakde cepat sembuh dan semoga tidak ada lagi pasien penderita Sindrom Stevens Johnson.

0 comments: