17 May 2007

Ada Apa Dengan Menulis?

“…. Ahhhh… sulit baget sich menulis… idenya sudah ada dikepala, tapi kok sulit keluar ya… gimana nich.. ahhhh!!..”

Respon diatas sering aku alami bila aku merasa kesulitan untuk menulis. Mungkin respon seperti ini juga dialami oleh hampir sebagian besar orang yang kesulitan untuk menulis. Mengapa sulit untuk menulis?

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Menulis adalah 1. membuat huruf dengan pena (pensil, kapur); 2. melahirkan pikiran atau perasaan ( seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; 3. menggambar; 4. melukis; 5. membatik. Bila dilihat dari arti kedua, Menulis adalah kegiatan melahirkan pikiran atau perasaan. Menciptakan atau melahirkan pikiran atau perasaan membutuhkan dan mengasah kreativitas dan imaginasi.
Sepertinya gampang ya kalau melihat definisinya. Namun prakteknya sulit sekali.

Kuingat-ingat, apa yang membuatku sulit untuk menulis? Jawabannya ternyata pendidikan. Pendidikan yang diajarkan tidak membuatku menjadi lebih kreatif melainkan menjadi mesin penghafal (pinjam istilah temanku). Dulu aku kurang diajarkan untuk mengarang dan dibiarkan untuk berimajinasi dengan tulisan. Guruku sibuk mengurusi anak-anak didiknya yang berjumlah 40 orang per kelas. Ketika ada pelajaran menulis/mengarang, yang dilakukan guruku hanya mengikuti kurikulum yang ditetapkan tanpa mengajak atau memberitahu siswa bagaimana membuat tulisan yang baik. Guruku juga korban dari system pendidikan dimana ia didik. Jangan heran bila produk anak jaman sekarang terutama dalam hal menulis secara baik dan benar menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD) masih sangatlah minim.

Menulis adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Gampangnya ya tinggal menuliskan ide saja. Susahnya adalah mengatur ide yang ada dikepala sehingga sistematis dan dapat dibaca orang. Butuh ketekunan dan kesabaran dalam menulis. Kesabaran inilah yang kadang aku lewatkan sehingga malas sekali untuk melihat dan mengoreksi. Entah kenapa yang timbul dikepala adalah keinginan cepat-cepat selesai.

Temanku juga bilang, tips mudah untuk menulis adalah :

  • Membuat topik disetiap paragrap agar tersistematisisasi dan focus.
  • Mulai menulis berdasarkan masalah/minat yang disukai sehingga lebih mudah untuk mengungkapkan dengan kata-kata.
  • Menulislah dengan paragraph yang pendek dulu untuk melihat apa kesalahan yang terjadi. Setelah mahir, baru meningkat untuk membuat tulisan panjang.
  • Beli note untuk mencatat semua ide yang ada dikepala. Kadang ide bisa timbul kapan saja tanpa kita perkiraan. Penting untuk mencatat langsung agar tidak lupa.
  • Terakhir yang penting, jangan takut untuk membuat kesalahan dalam menulis. Terus belajar dan terus menulis. Kebiasaan akan membuat kita peka dan mudah untuk mencari tema tulisan yang akan kita tuangkan dalam bentuk tulisan.

Begitulah tips/saran temanku kepadaku untuk menulis. Aku masih harus belajar lagi untuk menulis. Karena dengan tulisan kita dapat mengabarkan atau memberitahukan hal penting kepada orang lain. Ada kutipan menarik dari Pramoedya Ananta Toer yang diambil oleh Andreas Harsono dalam blognya yakni : "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian"

Apakah kita sekarang berani untuk terus menulis? Kata-kata ini berlaku untuk diriku juga.

0 comments: